Emosi Negatif dan Positif

Apa yang membuat kalian sangat jengkel? Tentu saja melihat seseorang yang hanya mendekat saat dia butuh. Ini bukan jahat, tetapi memang sifat alamiah manusia dalam merespon suatu kejadian. Ketika kamu merasa dibutuhkan, mereka akan mendekat dan memohon-mohon padamu bagaikan anjing yang haus meminta seteguk air. Saat semuanya sudah mereka peroleh, kamu akan ditinggalkan dalam padang pasir yang panas. Bahkan kadang-kadang tidak ada rasa terima kasih.

Tipikal teman seperti ini memang ada dimana-mana. Dan terkadang mereka tidak merasa sudah berbuat sedemikian rupa. Mereka masih merasa dirinya biasa saja, tidak bersalah ataupun tidak tersangkut apa-apa engan orang lain. Kita pun tidak bisa berbuat apa-apa karena takut dituduh sebagai orang yang tidak ikhlas dalam membantu. Bagaimana tanggapan Steemian jika hal ini terjadi kepada kalian?

Baik atau tidaknya seseorang pasti akan merasakan hal ini dan akan merespon dengan cara yang sama sebelum dihadirkan penangkal emosi negatif dalam diri masing-masing.  Banyak saran yang diberikan agar ikhlas dalam membantu kemudian jika seseorang tidak lagi peduli kepada kita setelah dibantu, tenang saja, kita akan dibantu oleh orang lain. Itu benar adanya. Tetapi kita sedang menjalin silaturrahmi dengan cara saling membantu, tiba-tiba dari pihak yang berbeda memutuskannya. Apakah kita tidak jengkel?

Kadang memang untuk melindungi diri dari emosi negatif kita harus membiarkan sesuatu. Kemudian melupakannya. Tetapi tetap saja reaksi pertama kita akan negatif. Jadi, jika kita mau jujur, semua akan bertindak antitesa dengan apa yang disarankan kepada orang lain. Kita adalah manusia yang penuh dengan emosi. Emosi positif dengan emosi negatif. Jadi biasa saja ketika terjadi sesuatu, kita akan merespon dengan cara kita masing-masing, sebelum kita bisa menangkalnya denga cara masing-masing juga.

Untuk informasi tentang @the-garuda, kamu bisa kunjungi website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *