Menjadi Pengambil Keputusan

Sering sekali kita mendapatkan dua pilihan, baik itu kegiatan bersama kawan atau pada hal yang lain. Kita tidak tahu cara bagaimana memilih, karena dua-duannya kadang penting. Walaupun demikian, pasti salah satu dari keduanya ada yang sangat penting. Sedangkan kita tidak bisa membagi tubuh menjadi dua sehingga bisa melakukan dua hal sekaligus dalam satu waktu di tempat yang berbeda. Jangan dulu mengeluh, pertama kita harus menyadari bahwa kita adalah manusia yang penuh dengan keterbatasan. Kemudian pilihlah salah satu hal yang paling primer menurut kita, jika pun bisa melaksanakan kedua-duanya, dengan cara meminta untuk menunda salah satu hal di lain waktu, itu akan sangat bermanfaat.

Kita harus menjadi pengambil keputusan yang cepat. Saat-saat seperti itu, ketenangan sangat penting untuk bisa berfikir jernih agar bisa melihat solusi yang mungkin bisa kita ambil. Ingat, jangan sekali-kali menghakimi diri sendiri dengan sesuatu yang bersifat tetap. Misalnya kita berkata “Saya memang sudah begini orangnya” atau ” Sifat saya yang satu ini tidak bisa diubah lagi”. Itu bisa membuat kita tidak ingin merubah sifat yang tidak baik yang ada pada kita. Padahal, jika kita ingin berubah, semuanya pasti mungkin. Allah akan membantu hambanya yang ingin berubah ke arah yang lebih baik.

Oleh karena itu, bersikap tenanglah dalam mengambil keputusan, sekalipun waktu yang kita punya sudah sangat sedikit. Bukankah kita terinspirasi dari film-film, ketika seorang penjinak bom hanya memiliki waktu beberapa menit tetapi dia harus menyelamatkan nyawa jutaan manusia, bahkan nyawa presiden ada pada keputusan yang dia ambil. Dari sana kita bisa mengambil pelajaran bahwa sikap tenang dan tidak ceroboh sangat dibutuhkan dalam mengambil keputusan.

Jika kita terus belajar dan ingin berubah, pasti kita lebih bagus dalam mengambil keputusan dibandingkan pilot pesawat bahkan Air Traffict Controller. Pada pekerjaan tersebut, mereka harus menjadi manusia dengan insting malaikat. Tapi tenang, semua pasti mungkin. Kita harus belajar, dan ingat, jangan pernah menyalahkan diri sendiri ketika gagal, disitulah letak kelemahan manusia.

Untuk informasi tentang @the-garuda, kamu bisa kunjungi website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *