Jangan Bilang Cinta Budaya Daerah Kalau Masih Ikut Kiat Sukses Orang Barat

Sekarang banyak sekali kita-kiat sukses yang bisa dimanfaatkan. Apakah itu berasal dari buku, video, dsb. Tapi ada hal yang menggelitik, kadang kita terlalu teoritis tanpa melihat perbedaan budaya antara budaya kita dan budaya si pemberi kiat sukses. Misalnya, orang timur lebih akrab kekeluargaannya dan lebih ramah daripada orang barat. Kita tidak bisa menelan kiat-kiat itu dengan mentah tanpa mencocokkan dengan kehidupan sosial kita.

Penyebabnya mungkin hanya satu. Kita terpana dengan kesuksesan si pemberi kiat-kiat sukses itu. Sehingga kita rasa, dengan mengikuti apa katanya, kita akan sukses sepertinya. Saat itu kita lupa suatu hal bahwa rezeki sudah dibagikan sacara adil oleh Allah. Apapun usaha kita, Allah tetap akan memberi rezeki terhadap kita seperti apa yang tertulis di dalam Lauh Mahfuz. Kita tidak percaya diri dengan apa yang dicontohkan oleh leluhur kita dan agama.

Namun, tidak salah juga mengambil hal-hal yang baik dari orang lain. Tapi jangan tinggalkan apa yang terbaik yang ditinggalkan oleh  leluhur kita. Karena disitu letak budaya dan kearifan dari adat istiadat daerah kita. Apakah kita sedemikian tidak percaya diri dengan apa yang telahh diwarisi oleh leluhur kita. Bersikaplah dengan apa yang telah ditinggalkan oleh orang tua kita. Karena mereka tau bagaimana keadaan tempat dan sifat dari manusia-manusia kita.

Kita menggembar-gemborkan anti-asing, dan melestarikan budaya daerah, tetapi kita meninggalkkan cara-cara lokal yang berkearifan dalam kehidupan sehari-hari. Kita cuma bisa bicara tetapi saat pada aksi, kita selalu bertolak belakang dengan apa yang kita katakan. Coba kita mengingat kembali apa yang kita perbuat. Jangan tinggalkan kearifan lokal yang  sudah diperbuat oleh leluhur kita.

Untuk informasi tentang @the-garuda, kamu bisa kunjungi website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *