Belajar Tawakkal

Kita bisa saja tidak percaya dengan apa yang dijanjikan oleh Allah. Allah berjanji di dalam al quran bahwa siapa saja dari hambanya yang menyerahkan diri kepada Allah, maka cukup Allah saja yang menjadi penolong mereka. Ini kelihatan mudah untuk dilaksanakan, tetapi sangat sulit untuk mengosongkan hati dari pada selain Allah dan menyerahkan segala perkara kepada Allah.

Ketika hhati kita benar-benar kosong dan hanya Allah sebagai tempat kita mengadu.  Menyerahkan semuanya kepada Allah, saat itulah Allah memberikan kejutan. Apa yang tidak disangka-sangka akan dengan mudah Allah jadikan. Tapi herannya, kita masih belum yakin dengan apa yang dijanjikan Allah dalam al quran, serta apa yang telah diceritakan oleh orang lain kepada kita dari ppengalaman mereka. Tetapi itulah manusia, makhluk lemah dengan segala kesombongannya.

Cobalah sekali untuk ikhlas dan tawakkal, percayakan semua kepada Allah. Kita tidak bisa berbuat apa-apa tanpa seizin Allah. Allah lah yang menentukan segala sesuatu. Jika sudah demikian, belajarlah untuk tawakkal dan ikhlas. Jika belum bisa, coba saja untuk berpura-pura tawakkal, ikhlas dan segala sifat kebaikan hati lainnya.

Imam Al-Ghazali mengajarkan cara ini, karena apa yang biasa dilakukan akan dengan senang hati kita lakukan. Jika kita biasakan tawakkal dan dilakukan dengan terus-menerus, maka akhirnya walaupun di tahap pertama kita hanya berpura-pura, lama-kelamaan akan benar-benar tawakkal.

Coba saja praktekkan untuk menyerahkan segala sesuatu kepada Allah. Maka kamu akan lihat segala sesuatu yang Allah anugerahkan. Walaupun pertama sulit bagi kita untuk menerima, tetapi kita akan berubah bahagia dengan apa yang terjadi. Allah adalah pemilik kita, dan Allah lah yang lebih tau apa yang terbaik untuk kita. Jadi, untuk apa ngotot mengejar sesuatu yang tidak pasti, serahkan saja semuanya kepada Allah.

Untuk informasi tentang @the-garuda, kamu bisa kunjungi website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *